Maulana Al Giyaest (STAIN SAMARINDA) Alamat : Jl.Cipto Mangunkusumo, Rt. 09 Loa Janan ilir Samarinda Seberang

Rabu, 07 Desember 2011

Media Dakwah

                                                       
Dalam kehidupan sehari-hari, istilah dakwah hampir dimaknai identik dengan ceramah, khutbah, atau sejenisnya. Jarang orang menyebut dakwah terhadap kegiatan seorang kolumnis, wartawan, atau pembuat karya tulis lainnya. Terhadap Kyai Arifin Ilham yang mampu membuat audien menangis ketika mengikuti uraian ceramahnya di suatu mesjid, tanpa harus berpikir panjang, orang gampang saja menyebutnya sebagai seorang da’i. Tapi tidak pada seorang Eddy D. Iskandar meskipun kenyataannya lebih banyak lagi audien yang menangis ketika membaca karya tulisnya yang dibuat dalam bentuk novel.

Selasa, 29 November 2011

Komunikasi Dakwah

      Dakwah sudah pasti sebuah komunikasi, tepatnya komunikasi persuasif, karena hakikat dakwah adalah mengajak (da’a, yad’u, da’watan). Namun, komunikasi belum tentu mengandung pesan dakwah. Komunikasi dakwah adalah komunikasi berisi pesan-pesan dakwah/nilai-ajaran Islam. Menurut Al-Quran, dakwah adalah mengajak atau menyeru manusia ke jalan Allah SWT (QS. an-Nahl:125).

Komunikasi Dakwah bisa dikatakan merupakan kajian baru dalam dunia ilmu komunikasi. Selain itu, Komunikasi Dakwah juga merupakan kajian ”sektarian”, yakni bidang kajian yang khusus berkaitan dengan komunitas atau masyarakat beragama Islam (kaum Muslimin) mengingat terminologi da’wah sendiri hanyalah milik Islam.

Jumat, 18 November 2011

Ayat-ayat dakwah

DAKWAH 
Mengajak manusia menuju agama Allah merupakan salah satu ibadah yang agung, manfaatnya menyangkut orang lain. Bahkan dakwah menuju agama Allah merupakan perkataan yang paling baik. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَآ إِلَى اللهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru menuju Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. [Fushshilat:33]

Syeikh Abdul Qodir Al Jailani

Syekh Abdul Qodir al Jaelani (bernama lengkap Muhyi al Din Abu Muhammad Abdul Qodir ibn Abi Shalih Zango Dost al Jaelani). Lahir di Jailan atau Kailan tahun 470 H/1077 M sehingga di akhir nama beliau ditambahkan kata al Jailani atau al Kailani atau juga al Jiliydan. Biografi beliau dimuat dalam Kitab Adz Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab al Hambali. Ia wafat pada hari Sabtu malam, setelah magrib, pada tanggal 9 Rabiul akhir di daerah Babul Azajwafat di Baghdad pada 561 H/1166 M.